ProYek Perangkat Lunak

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Penjadwalan proyek merupakan pekerjaan yang sangat menentang bagi manajer perangkat lunak.  Dasar pemikiran adanya penjadwalan adalah sering adanya keterlambatan dalam penyelesaian proyek tersebut. Time is Money, jadi apabila Proyek Terlambat akan menyebabkan berbagai macam  masalah dalam semua aspek. Oleh karena itu Penjadwalan adalah hal yang sangat penting dalam Manajemen Perangkat Lunak. Oleh karena kami sebgai Pemakalah akan membaha tentang “Penjadwalan Proyek dan Alokasi sumber daya”

B.Rumusan Masalah

1. Konsep Dasar Penjadwalan

2. Prinsip Penjadwalan

3. Metode Penjadwalan

4.Alokasi Sumber daya

C.Tujuan Penulisan

Adapun Tujuan dari Penulisan makalah ini adalah untuk lebih mendalami tentang Penjadwalan Proyek khususnya Proyek Perangkat Lunak. Dan juga untuk melengkapi nilai pada mata uliah Manajemen Proyek Perangkat Lunak.

BAB II

PEMBAHASAN

A.Konsep Dasar Penjadwalan

Benyamin Franklin sering mengatakan kepada beberapa pebisnis muda yaitu “time is money, time is money”. Ekspresi ini menangkap satu hal yang esensial bagaimana modern finance, mengukur nilai sebuah proyek dengan menentukan the time value dari sebuah investasi sebagaimana terkait dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Untuk mencapai hal tersebut, seorang manajer proyek harus dapat memprediksi, dengan sense yang kuat atas kepastian dari project time requirements (waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan) sehingga manajer proyek dapat menentukan cost (biaya) yang dihabiskan untuk menyelesaikan proyek.

Proyek dapat dikatakan merupakan kombinasi dari kegiatan-kegiatan (activities) yang saling berkaitan dan harus dilaksanakan dengan mengikuti suatu urutan tertentu sebelum seluruh tugas dapat diselesaikan secara tuntas.

Berdasarkan penelitian CHAOS study pada tahun 2003, sebanyak limapuluh persen (50%) proyek IT menunjukkan kenaikan keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Keterlambatan ini disebabkan Oleh:

1) Batas waktu yang tidak realistis

2) Perubahan kebutuhan pelanggan yang tidak ada dalam perubahan jadwal

3) Memandang rendah jumlah usaha & sumber daya yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan

4) Resiko yang dapat diramalkan & tidak dapat diramalkan yang tidak dipertimbangkan pada proyek tersebut

5) Kesulitan teknis & manusia yang tidak dapat dilihat sebelumnya

6) Kegagalan manajer proyek untuk mengetahui bahwa proyek sudah ketinggalan dari jadwal yang ada & kurang tindakan dlm memecahkan masalah tersebut.

7) Kesalahan komunikasi di antara staff proyek yang mengakibatkan  penundaan proyek

Isu tentang penjadwalan adalah alasan utama terjadinya konflik dalam proyek khususnya selama paruh kedua dalam proyek. Waktu adalah hal yang hal yang paling tidak fleksibel, akan terus berlalu apapun yang terjadi dalam proyek.

Penjadwalan proyek merupakan bagian yang paling penting dari sebuah perencanaan proyek, yaitu untuk menentukan kapan sebuah proyek dilaksanakan berdasarkan urutan tertentu dari awal sampai akhir proyek.

Jadi penjadwalan proyek meliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan dan waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas dalam proyek.

Penjadwalan Proyek merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang  Manajer Proyek dalam:

1.     Membagi projek kedalam bentuk tugas dan estiamsi waktu serta sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

2.    Pengorganisasian tugas yang bersamaan untuk membuat jadwal yang optimum.

3.     Meminimumkan ketergantungan tugas untuk menghindari adanya jeda waktu (delay) yg ditimbulkan oleh suatu tugas yang pengerjaannya harus menunggu tugas lainnya selesai.

Penjadwalan proyek dibutuhkan untuk membantu seorang manajer proyek sehingga dapat:

q     Menunjukkan hubungan tiap-tiap kegiatan terhadap keseluruhan proyek.

q     Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan.

q     Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan .

q     Membantu penggunaan tenaga kerja, uang dan sumber daya lainnya dengan cara mencermati hal-hal kritis pada proyek.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat jadwal pelaksanaan proyek :

  1. Kebutuhan dan fungsi proyek tersebut. Dengan selesainya proyek itu proyek diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.
  2. Keterkaitannya dengan proyek berikutnya ataupun kelanjutan dari proyek selanjutnya.
  3. Alasan social politis lainnya, apabila proyek tersebut milik pemerintah.
  4. Kondisi alam dan lokasi proyek.
  5. Keterjangkauan lokasi proyek ditinjau dari fasilitas perhubungannya.
  6. Ketersediaan dan keterkaitan sumber daya material, peralatan, dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya proyek tersebut.
  7. Kapasitas atau daya tampung area kerja proyek terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung.
  8. Produktivitas sumber daya, peralatan proyek dan tenaga kerja proyek, selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis.
  9. Cuaca, musim dan gejala alam lainnya.
  10. Referensi hari kerja efektif.

B.Prinsip-prinsip dalam Penjadwalan Proyek

q     Pembagian

Proyek harus dibagi-bagi ke dalam sejumlah tugas & aktifitas yang dapat dikendalikan untuk dapat menyelesaikan semua permasalahan yang ada (melakukan dekomposisi masalah).

q     Saling Ketergantungan

Adanya saling ketergantungan dari setiap tugas & aktifitas yang dibagi harus ditentukan dari awal penjadwalan proyek .

q     Alokasi Waktu

Setiap tugas yang akan dijadwalkan harus dialokasikan kedalam sejumlah satuan kerja (mis. Person-day dll).

q     Validasi Kerja

Setiap proyek memiliki staff tertentu, dimana pada saat pembagian tugas, harus dipastikan bahwa tidak akan kelebihan alokasi waktu atau jumlah SDM pada saat tertentu.

Masalah-masalah yang sering dihadapi dalam Penjadwalan Proyek diantaranya adalah sebagai berikut:

q     Produktifitas tidak berbanding lurus dengan jumlah orang yang mengerjakan tugas.

q     Seringkali hal tersebut diatasi dengan solusi penambahan personal pada akhir proyek, namun solusi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan adanya overhead komunikasi antar personal dalam proyek karena terlalu banyak personal yang terlibat dalam proyek.

q     Segala sesuatu yang tidak diharapkan bahkan hal yang paling buruk mungkin akan terjadi, sehingga membutuhkan suatu perencanaan yang matang dalam penjadwalan proyek, apabila perlu dibuat perencanaan cadangan dalam proyek.

C.Metode penjadwalan proyek

  1. 1. GANTT CHART (TIME LINE)

q     Pada tahun 1917, Henry Gantt mengembangkan sebuah metode untuk membantu penjadwalan job shops. Metode ini akhirnya terkenal dan dipakai sampai sekarang dengan nama Gantt Chart.

q     Gantt Chart adalah suatu metode yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit.

q     Gantt Chart merupakan suatu grafik dimana ditampilkan kotak-kotak yang mewakili setiap tugas dan panjang masing-masing setiap kotak menunjukkan waktu pengerjaan tugas-tugas tersebut dalam format pewaktuan tertentu seperti jam, hari, tanggal, minggu, bulan atau tahun .

Bentuk Diagram Gant Chart:

Beberapa keuntungan dalam menggunakan Gantt Chart:

q     Sederhana, mudah dibuat dan dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek.

q     Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada saat pelaporan.

Beberapa kerugian dalam menggunakan Gantt Chart:

q     Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan kegiatan yang lain, sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan proyek.

q     Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan, karena pada umumnya ini berarti membuat bagan balok baru.

  1. 2. DIAGRAM PERT (Program Evaluation and Review Technique)

q     Pada tahun 1958, Booz Allen Hamilton menemukan sebuah metode penjadwalan yang diberi nama diagram PERT, merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique.

q     Diagram PERT dapat digunakan untuk mempermudah proses perencanaan dan penjadwalan untuk proyek dengan kapasitas besar dan kompleks karena mampu mengatasi ketidakpastian dalam proyek tanpa perlu tahu durasi dari setiap aktifitas.

q     Pada diagram PERT, suatu aktifitas dalam proyek diwakili dengan jaringan simpul dan tanda panah yang kemudian dievaluasi untuk menentukan kegiatan-kegiatan terpenting, meningkatkan jadwal yang diperlukan dan merevisi kemajuan-kemajuan saat proyek telah dijalankan. Jadi pada metode PERT ini dilakukan dengan cara pembentukan diagram anak panah.

q     PERT (Program Evaluation and Review Technique) adalah teknik untuk membagi suatu proyek atau kegiatan induk menjadi kegiatan-kegiatan individual yang lebih kecil dan menyusunnya dalam suatu jaringan kerja atau jalur kerja yang logis sehingga jangka waktu dan biaya pengerjaan program dapat dikurangi serendah mungkin. Dalam PERT, peristiwa (event) biasanya dilukiskan dalam bentuk lingkaran, dan aktifitas atau kegiatan dilukiskan dalam bentuk tanda panah yang menghubungkan dua buah lingkaran.

Bentuk Diagram PERT

Diagram PERT dianggap lebih baik apabila dibandingkan dengan Gantt Chart, yaitu diantaranya karena hal-hal sebagai berikut :

q     Mudah mengidentifikasi tingkat prioritas dalam sebuah proyek.

q     Mudah mengetahui ketergantungan (dependency) antara kegiatan (activity) yang satu dengan yang lain dalam sebuah proyek.

ANALISIS PERT

Merupakan penetapan lama prakiraan waktu paling mungkin untuk menyelesaikan tugas (D) merupakan faktor dari:

q     Optimistic Time (a) yaitu prakiraan waktu minimal yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas.

q     Pessimistic Time(b) yaitu prakiraan waktu maksimal yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas.

q     Most Likely Time(m) yaitu prakiraan waktu harapan yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas.

Rumusnya yaitu: t = (a + 4m + b)/6

  1. 3. CPM (Critical Path Method)

q     Sebuah metode penjadwalan yang dikembangkan oleh Du Pont dan Remington Rand, dapat digunakan untuk aktifitas dimana durasinya sudah diketahui.

q     CPM  adalah singkatan dari Critical Path Method atau Metode Jalur Kritis. Jalur kritis adalah jalur terlama antara titik dimulai sampai dengan titik penyelesaian proyek.

Critical Path Method (CPM) dikatakan juga sebagai jalur kritis dimana jalur ini adalah lintasan/jalur dimana terdapat aktivitas-aktivitas yang paling banyak memakan waktu, mulai dari permulaan dikerjakannya proyek sampai berakhirnya pekerjaan tersebut.

Maksud dan tujuan dari jalur kritis ini yaitu:

q     Penundaan pekerjaan pada jalur kritis menyebabkan seluruh aktivitas proyek akan tertunda juga.

q     Proyek dapat dipercepat penyelesaiannya bila pekerjaan-pekerjaan yang terdapat di jalur kritis dapat dipercepat.

q     Pengawasan dan pengontrolan hanya dipercepat pada jalur kritis saja, maka pekerjaan-pekerjaan di jalur ini harus:

1.         Perlu adanya pengawasan yang ketat agar penyelesaian nya tidak tertunda.
2.         Kemungkinan dengan melakukan crash program dapat mempersingkat penyelesaian     dengan resiko biaya akan bertambah

q   Kelonggaran waktu terdapat pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak dilalui jalur kritis. Hal ini memungkinkan bagi manajer untuk merealokasikan/memindahkan tenaga kerja, alat-lata dan biaya pekerjaan-pekerjaan pada jalur kritis demi efisiensi.

Jalur kritis dalam suatu proyek adalah jalur yang memerlukan waktu paling lama untuk menyelesaikan proyek. Jadi, jalur kritis tidak pernah memiliki suatu slack (kekenduran/kelonggaran). Jika terjadi keterlambatan di sepanjang jalur kritis, maka keseluruhan proyek akan terlambat juga.

Gambaran sederhana CPM:

  1. 1 jalur kritis, 2 orang dalam 1 tim proyek
  1. 3 jalur kritis, 3 orang dalam 1 tim proyek
  1. 10 jalur kritis, 5 orang dalam 1 tim proyek

Contoh Penjadwalan dengan Metode CPM:

Beberapa teknik yang digunakan dalam menggunakan CPM yaitu:

q     Buat daftar semua aktifitas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan project.

q     Buat daftar waktu yang diperlukan oleh masing-masing aktifitias tersebut untuk menyelesaikan tugasnya.

q     Buat daftar ketergantungan antara aktifitas tersebut dalam project.

Terdapat beberapa perbedaan antara CPM dengan PERT, yaitu:

q     CPM menggunakan satu jenis waktu untuk taksiran waktu kegiatan sedangkan PERT menggunakan tiga jenis waktu, yaitu: prakiraan waktu teroptimis, termungkin, dan terpesimis.

q     CPM digunakan kala taksiran waktu pengerjaan setiap aktifitas diketahui dengan jelas, sedangkan PERT digunakan saat taksiran waktu aktifitas tidak dapat dipastikan seperti aktifitas tersebut belum pernah dilakukan atau mempunyai variasi waktu yang besar.

q     PERT berbasiskan statistik memberikan peluang hadirnya ketidakpastian. Hal tersebut, tampak dalam misal untuk mengukur probabilitas selesainya proyek jika kita inginkan proyek selesai pada suatu waktu tertentu, sedangkan CPM menganggap proyek terdiri dari peristiwa susul menyusul.

q     Meskipun demikian, CPM dan PERT mempunyai tujuan yang sama dimana analisis yang digunakan adalah sangat mirip yaitu dengan menggunakan diagram anak panah.

q     Dapat dikatakan CPM merupakan variasi dari PERT.

q     Perbedaan pokok antara CPM dan PERT terletak pada penentuan perkiraan waktunya.dimana PERT menggunakan rumus: t=(a+4m+b)/6 sedangkan CPM menggunakan perhitungan Jalur Kritis (Critical Path).

D.Alokasi Sumber Daya

Sumber Daya adalah item yang dibutuhkan untuk memungkinkan terselesaikannya suatu proyek. Contohnya: Man Power, Perlengkapan, Ruang dan Waktu, Uang atau modal, Bahan Baku, Komponen dan Bahan Pendukung.

Dalam Proyek perangkat Lunak ada 3 Sumber Daya yang digunakan, yaitu

  • Sumber Daya Manusia
  • Sumber Daya Perangkat Lunak
  • Sumber Daya Lingkungan

Jadi Alokasi Sumber daya adalah  kegiatan atau proses mengalokasikan seluruh sumber daya yang ada dalam proyek sehingga kegiatan proyek dapat berjalan dengan baik dan benar

Metode dalam Alokasi Sumber Daya:

q   Algoritma Lang : dikembangkan Oleh Douglas W.Lang

1.Urutkan aktivitas berdasarkan ”Latest Start Time”

2.Apabila aktivitas memiliki ”Latest Start Time” sama,maka urutkan berdasarkan:

-float terkecil

-waktu durasi terpanjang

-kebutuhan sumber terbesar

q   Algoritma Brooks : dikembangkan Oleh G.H. Brooks

1.buat jaringan pekerjaan dengan prosedur lintsan kritis, tentukan aktivitas dan waktu yang dibutuhkan.

2.Tentukan waktu maksimum untuk setiap aktivitas yang mengendalikan jaringan pada satu path.

3.urutkan ACTIM(Activity Control Time) dari waktu terlama hingga terpendek.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Penjadwalan merupakan titik puncak dari aktivitas perencanaan yang menjadi komponen utama dari manajemen proyek perangkat lunak. Apabila dikombinasikan dengan metode estimasi dan analisis resiko, penjadwalan merupakan sebuah peta jalan bagi manajer proyek.

Penjadwalan proyek merupakan bagian yang paling penting dari sebuah perencanaan proyek, yaitu untuk menentukan kapan sebuah proyek dilaksanakan berdasarkan urutan tertentu dari awal sampai akhir proyek.

Jadi penjadwalan proyek meliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan dan waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas dalam proyek.

Adapun Metode yang digunakan dalam Penjadwalan Proyek adalah:

v     Gant Chart

v     Diagram PERT

v     CPM

B.Saran

Untuk menghindari keterlamabatan dalam Pelaksanaan Proyek sebaiknya Manajer Melakukan Penjadwalan Proyek  dengan Berbagai Metode yang bias diaksanakan supaya Proyek dapat berjalan dengan Lancar dan Tepat waktu.

DAFTAR PUSTAKA

Sommerville, ian. 2003. Software Engineering,edisi 6 jilid 1. Jakarta : Erlangga.

S.Pressman Ph.D, Roger. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak buku satu. Yogyakarta : Penerbit    Andi.

Bahan Kuliah Software Project Management for university of Melboune

Bahan Kuliah Software Project Management for Columbia University

http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/projectmanage.pdf

www.cs.ru.nl/~ths/sdm1/theo2008/SchedulingTracking.ppt

http://www.4pm.com/articles/selpmsw.pdf

http://dwimustikawati.wordpress.com/2008/06/26/manajemen-perangkat-lunak/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: